Cara “Inisiasi Menyusui Dini” pada Bayi baru Lahir

Seringkali ibu mengalami kesulitan untuk menyusui bayinya. Hal ini salah satunya adalah dikarenakan kegagalan atau tidak adanya “Inisiasi Menyusui Dini” pada bayi yang baru lahir. Apa yang dimaksud menyusui dini? menyusui dini adalah bayi menyusu pada ibunya, bukan disusui ibunya ketika bayi baru saja lahir. Proses ini dapat menghindarkan kematian bayi dan juga penyakit2 yang menyerangnya selama hidupnya.

Bidan dan dokter penolonglah yang seharusnya memiliki inisiatif ini. Selama ini kesalahan yang dilakukan adalah bahwa bayi yang baru lahir langsung dibersihkan, dibungkus dengan pakaian baru disusukan ke ibunya. Padahal sebenarnya bukan seperti itu cara yang tepat. Bagaimanakah cara yang seharusnya? Cobalah untukmenyimak video berikut:

Berikut artikel tentang Inisiasi Menyusui Dini dan manfaatnya :

=============

Mom’s, ada artikel bagus yang saya baca dari majalah healthy life edisi July 2007 tentang inisiasi dini yang ternyata 1 jam pemberiannya dapat menyelamatkan hidup bayi seumur hidupnya. Dengan memberikan inisiasi dini juga menurunkan resiko kematian bayi sebanyak 21%. Tak terpikirkan bahwa aneka ragam penyakit yang sering menyerang seseorang di usia 30, 40 dan 50 dapat disebabkan karena pemberian ASI yang kurang optimal saat masih bayi.
Apa sih Inisiasi itu dan bagaimana prosesnya?
Menurut paparan Dr. Utami Roesli, SpA,MBA,IBCLC sebagai ketua umum sentra laktasi Indonesia, Inisiasi dilakukan ketika bayi lahir, tali pusat dipotong, lalu di lap kering dan langsung diberikan pada ibu. Harus ada sentuhan skin to skin contact, dimana bayi tidak boleh dipisahkan dulu dari ibu. Yang perlu di jaga adalah suhu ruangan, dan sebaiknya bayi memakai topi bayi karena disitu banyak keluar panas. Suhu yang tepat adalah 28-29 derajat C.
Sampai disitu biarkan bayi di dada ibu minimal 30 menit sampai bayi mencari sendiri putting susu ibunya dan langsung diminum. Masa ini bisa sampai 2 jam dan hal ini tidak menjadi masalah. Bila bayi kedinginan dada sang ibu akan meningkat hangat sampai 2 derajat, jika bayi kepanasan otomatis suhu dada ibu menurun sampai 1 derajat. Dengan inisiasi dini memberikan motivasi yang sangat besar untuk ibu menyusui bayi.
Inisiasi dini juga berlaku untuk bayi yang lahir dengan cara sesar, vakum, kelahiran tidak sakit atau episiotomi. Hanya peluang untuk menemukan sendiri putting ibu akan berkurang sampai 50%. Ini juga berlaku untuk bayi yang begitu lahir dipisahkan untuk ditimbang, disinar dan lain-lain.

Manfaat Inisiasi

Anak yang dapat menyusui dini dapat mudah sekali menyusu kemudian, sehingga kegagalan menyusui akan jauh sekali berkurang. Selain mendapatkan kolostrum yang bermanfaat untuk bayi, pemberian ASI ekslusif akan menurunkan kematian.
ASI adalah cairan kehidupan, yang selain mengandung makanan juga mengandung penyerap. Susu formula tak diberi enzim sehingga penyerapannya tergantung enzim di usus anak. Sehingga ASI tidak ‘merebut’ enzim anakYang sering dikeluhkan ibu-ibu adalah suplai ASI yang kurang, padahal ASI diproduksi berdasarkan demand. Jika diambil banyak, akan diberikan banyak. Sedangkan bayi yang diberikan susu formula perlu waktu satu minggu untuk mengeluarkan zat yang tidak dibutuhkannya.
Inti dari semua itu adalah, ASI ekslusif merupakan makanan terbaik bagi bayi. Namun karena informasi ASI yang kurang, tanpa kita sadari sudah menggangu proses kehidupan manusia mamalia. Inisiasi menyusui dini memang hanya 1 jam, tapi mempengaruhi bayi seumur hidupnya.

Sumber : Healthy life Magazine Indonesia.
============================== 
Sukses Menyusui dengan Inisiasi Dini
Pekan ASI se-Dunia akan kembali digelar pekan ini. Temanya adalah ‘Menyusu Satu Jam Pertama Kehidupan, Menyelamatkan Lebih dari Satu Juta Bayi’.
Saat ini, angka kematian bayi di seluruh dunia setiap tahun mencapai empat juta. Bila inisiasi dini diterapkan, angka kematian bisa dikurangi 22 persen atau sekitar satu juta jiwa. Ketua Umum Sentra Laktasi Indonesia, dr Utami Roesli SpA MBA IBCLC, menuturkan pada tahun 1997 lalu, dokter dari Swedia meneliti 72 ibu dan bayi. Bayi yang tali pusarnya dipotong, dilap, dan langsung
diletakkan di perut ibunya dengan kulit bersentuhan memperlihatkan perkembangan menarik. ‘’Ternyata, pada usia 20 menit, bayi merangkak di atas perut ibunya dalam keadaan mata tertutup, persis anak kucing.
Pada usia 50 menit, dia bisa menemukan payudara ibunya sendiri,’’ tutur Utami.
Adapun bayi yang tali pusarnya dipotong, dipisahkan dari ibunya untuk ditimbang, dibersihkan, dicap, dan seterusnya, 50 persen tidak bisa menemukan payudara ibunya.
Penelitian berikutnya menyimpulkan, bayi yang diberi kesempatan menyusu dini dengan skin to skin contact, masa menyusunya dua kali lebih lama dibanding yang tidak diberi perlakuan itu. ‘’Jadi,
kegagalan menyusui bisa karena ini,’’ kata Utami.
Tahun 2003-2004, sekelompok peneliti dari Inggris meneliti 10.947 bayi yang diberi inisiasi yang benar di Ghana. Hasilnya, bayi-bayi itu bukan hanya lebih mudah menyusui, tapi juga menurunkan 22 persen angka kematian bayi usia di bawah 28 hari. Kurang tepat
Inisiasi dini sebenarnya telah dilaksanakan di Indonesia. Namun, ternyata belum benar. Sebab bayi baru lahir bisanya sudah dibungkus sebelum diletakan di dada ibunya. Akibatnya tak terjadi skin to skin contact. Kesalahan kedua, kata Utami, bayi bukan menyusu, melainkan disusui. ‘’Bayi memang diletakkan di dada ibunya, tapi 5-10 menit kemudian disusui oleh ibunya. Beda sekali dong antara menyusu dengan disusui.’’
Seorang dokter di Indonesia yang telah menerapkan inisiasi dini secara benar, kata Utami, hampir tak percaya melihat bayi yang selama 15 menit tak bergerak, kemudian mencari payudara ibunya, dan minum sendiri. ‘’Dokter itu sampai bilang subhanallah, ‘’ kata Utami.
Ada satu keuntungan lain dari penerapan inisiasi dini ini. Karena pada jam-jam pertama saat melahirkan, ayah, ibu, dan bayi bisa bersatu. Sambil bayi mencari puting susu ibunya, ayahnya bisa mengazankan bayi itu di dada ibunya. ‘’Itu indah sekali. Itu sebuah unity. Sebuah
kesatuan dari sebuah keluarga.’’ Sebelumnya, pada jam-jam pertama melahirkan, keluarga tercerai-berai. ‘’Ibunya entah di mana, anaknya entah di mana. Dan seorang ayah lebih
sering mengazankan anaknya di tempat tidur yang dingin,’’ katanya. Direktur Bina Gizi Masyarakat Departemen Kesehatan, dr Ina Hernawati MPH, mengatakan inisiasi dini penting agar bayi mendapat kekebalan. Sebab saat bayi bersentuhan langsung dengan ibunya, bayi tertular
kuman. Dan karena ibu telah memiliki kekebalan, kekebalan itu kemudian disalurkan lewat ASI. ‘’Kalau baru lahir digendong orang lain, yaa kena kuman orang lain.’’
Inisiasi dini juga bermanfaat agar ibu lebih mudah terstimulus menyusui. Bayi yang menyentuh dada ibu akan membuat ibu mendapatkan rangsangan sensorik yang kemudian memerintah otak untuk memproduksi hormon oksitosin dan prolaktin. ‘’Jadi, secara teoretis semua ibu
sebenarnya bisa menyusui.

Mencegah kanker
Aktivitas menyusui juga sangat bermanfaat karena mencegah kematian ibu melahirkan, kanker rahim, kanker payudara, dan menjarangkan kelahiran secara alami.
Aktivitas menyusui membuat payudara berganti sel dengan baik. ‘’Ini mencegah mencegah kanker payudara,’’ kata dr Detty S Nurdiati MPH PhD SpOG dari SMF Obstetri dan Ginekologi RS Dr Sardjito/FK UGM. Isapan bayi saat menyusui, kata Detty, juga membuat ibu mengeluarkan hormon oksitosin yang memacu kontraksi rahim. Kontraksi rahim kemudian menjepit pembuluh darah dan menghentikan pendarahan di rahim.  ‘’Sehingga kematian ibu karena perdarahan akan berkurang,’’ katanya.
Kontraksi rahim juga disebutnya mempercepat masa nifas. Bahwa menyusui bisa mencegah kanker payudara, telah dibuktikan  penelitian terhadap 147 ibu di 30 negara. ‘’Ibu-ibu yang menyusui
sampai dua tahun akan 50 persen drop dari kanker payudara. Hasil itu saya rasa sudah cukup bermakna. Itu adalah bonus dari Allah buat ibu-ibu. Karena menyusui berarti mengurus titipan Allah dengan benar.’’
(nri/run )
sumber: Republika
 

2 Tanggapan to “Cara “Inisiasi Menyusui Dini” pada Bayi baru Lahir”

  1. titik iwantoni Says:

    saya tertarik sekali untuk melakukan inisiasi menyusu dini, tapi yang menjadi kendala adalah ketika melahirkan (sesar) air susu saya belum keluar….apa bisa ? terima kasih

  2. ida nursanti Says:

    insaAlloh saya akan melakukan inisiasi saat kelahiran anak kedua. karena anak pertama saya sampai satu minggu setelah kelahiran blm bisa menyusu sampe timbul bilirubin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: