Penjurian Gresik Berhias Menuju 60 Besar

Hari ini Selasa, tanggal 19 April 2016, Juri Gresik Berhias datang ke Zamrud untuk melakukan penjurian menuju 60 Besar. Dewan juri yang datang adalah pak Joni, Pak Jauzi, Pak Solikin, dan Bu Indah. Setiap dewan juri melihat dan menilai point-point yang berbeda. Pak Jon menilai kegiatan PKK dan penanaman TOGA. Pak Jauzi menilai poin kesehatan dan sanitasi serta kegiatan kader jumantik. Pak Solikin menilai tentang upaya penghematan energi dan Bu Indah menilai pengolahan sampah.

Juri datang pada pukul 09.30, disambut yel-yel RW 07 Desa Gadung dan Anoman sebagai ikon Zamrud. Bapak dan Ibu Camat Driyorejo, Bpk Sujarto,  beserta jajarannya hadir dalam penjurian ini. Begitu juga Bapak dan Ibu Lurah Gadung, Bapak Sugiran dan Ibu Munahwati, beserta jajarannya dan semua kepala desa di lingkungan Driyorejo. Acara dipandu oleh MC, Umi Laili Yuhana, dengan urutan pembukaan, sambutan dari Bpk Camat Driyorejo, Sambutan dari Ketua Dewan Juri, Penilaian Lapangan, Evaluasi dari Dewan Juri, Ramah Tamah dan Penutupan.

Kesan dan hasil evaluasi yang diberikan dewan juri dan beberapa yang perlu ditindaklanjuti adalah sebagai berikut:

1. juri pengolahan sampah (bu indah):
a. untuk bank sampah sebaiknya ada catatan tiap nasabah di bank sampah.
– usul tindak lanjut: beli buku tabungan spt tabungan anak2 sd, trus setiap orang diminta mengumpulkan sampah anorganiknya (botol, plastik aqua, dll). kader bank sampah melakukan pencatatan berdasarkan setoran ibu2 dimulai hari ini (PIC: kader bank sampah)
b. selain buku tabungan perlu juga buku induk utk bank sampah
– usul tindak lanjut: dibuat buku induk
c. perlu SK kepengurusan bank sampah yang dittd bapak lurah.
– usul tindak lanjut: Bapak lurah segera membuatkan SK untuk pengurus bank sampah. Untuk bank sampah zamrud 27 sbb (Direktur: Ibu Triana Losmana, Keuangan: Ibu Endah Mustofa, Penimbangan : Ibu Ida Wariman dan Gudang: Ibu Darmi Muji). Untuk bank sampah zamrud 29 sbb (Direktur: Ibu Rini Sutikno, Keuangan: Ibu …. Penimbangan : Ibu …. Gudang : Ibu  …. ). Mohon maaf data RT 29 saya lupa karena ngetiknya di komputer bu iwan (PIC: koordinator desa atau bapak lurah)
d. Pemanfaatan keranjang takakura belum maksimal. Keranjang terlalu kecil untuk menampung sampah rumah tangga. Jumlah sampah yang dibuang di takakura juga masih lebih banyak dibandingkan komposternya. Beberapa takakura terlihat baru dibuat (karena belum anget :)). Juri menyarankan pembelian komposter anaerob dengan skala yang lebih besar. 1 komposter bisa digunakan 5 sd 10 rumah. Jika ada 48 KK (misal di RT 27) maka perlu 5 komposter utk RT 27 dan jika ada 62 KK di RT 29 maka perlu 6 komposter di RT 29. (hubungi bu indah untuk pembelian komposter) (PIC: pak camat/pak lurah :P)
– usul tindak lanjut: 1. pembelian komposter anaerob (pic: pak lurah/bu lurah), sosialisasi kader lingkungan ke masyarakat agar agar keranjang takakura digunakan secara rutin dengan benar (pic: kader lingkungan). Menyiapkan bekatul untuk mengatasi adanya belatung di takakura (pic: kader lingkungan)
e. Juri menyampaikan secara keseluruhan pengolahan sampah sudah cukup bagus. 3R (reuse, reduce dan recycle) sudah tersentuh dengan baik

2. Juri penghematan energi (Bpk Solikin)
a. Sudah ada upaya penghematan energi namun belum maksimal. Seperti ada slogan2 hemat energi yang sudah dipasang di beberapa rumah. namun di rumah lain yang terkena sampling yang satu ada yang satu tidak ada.
– usul tindak lanjut: fotocopy / print slogan hemat energi (hemat listrik dan hemat air) dan membagikan ke warga untuk dipasang (pic: karang taruna)
b. perlu dibuat biopori dan IPAL (instalasi pengolahan air limbah) (satu RT satu biopori dan IPAL)
– usul pembuatan biopori dan pemasangan IPAL (pic: Ketua RT 27 dan 29)
c. Pak solikin menawarkan untuk rt 27 dan 29 secara berombongan mengunjungi pengolahan sampah (dari sampah organik jadi sayur) secara gratis ke tempat beliau.
– usul tindak lanjut: bisa dilakukan jika sdh ke 15 besar

3. Juri Kegiatan PKK dan TOGA (P. Joni –> ahli TOGA)
a. Kegiatan yang ada di PKK RT 27 dan 29 sudah cukup bagus
b. Penanaman TOGA dan tanaman lainnya juga sudah cukup bagus, namun perlu penataan tanaman yang lebih baik (jangan dicampur). tanaman hias dikumpulkan dengan tanaman hias, toga dikumpulkan dengan toga, dstnya).
– usul tindak lanjut: melakukan penataan ulang tanaman di tiap rumah dan di toga dawis agar tidak tercampur. (pic: ibu RT 27 dan ibu RT 29 beserta seluruh warga)
c. Beberapa TOGA belum ada namanya. beberapa kali dewan juri nanya kader tidak bisa menjawab nama dan kegunaan tanaman
– usul tindak lanjut: mendata tanaman yang belum ada namanya, menambahkan nama dan kegunaan pada tanaman tsb (pic: ibu RT 27 dan 29 bersama kader lingkungan)
d. Juri meminta kita mempertahankan atau membuat program unggulan misal pemanfaatan mangga atau toga lain untuk dikemas dan dijadikan program unggulan. disarankan studi banding ke Batu Malang.
– usul tindak lanjut: pembuatan program unggulan (jenang waluh? jenang pelok mangga? atau jenis makanan yang lain) (PIC: ibu lurah bersama ibu RW)

4. Juri kesehatan, jumantik, penghijauan dan sanitasi (bpak Jauzi)
a. juri melakukan sampling ke 2 rumah di RT 27 dan 2 rumah di RT 29. hasilnya keempat rumah yang disampling bebas jentik (bagus).
– usul tindak lanjut: jika ada jadwal penilaian berikutnya setiap rumah harus menguras kamar mandi sebelum hari penilaian. PIC: seluruh warga (perlu dihimbau menjelang penilaian berikutnya)
b. jumlah tanaman keras di RT 27 dan 29 sudah bisa dikatakan memenuhi penghijauan. Namun untuk di RT 29 sebaiknya jumlah tanaman kerasnya bisa ditambah. Tanaman keras adalah tanaman produktif dan tanaman pelindung yang sudah dewasa. tanaman ini untuk suplai oksigen warga. idealnya satu tanaman untuk 2 orang. Jadi jika jumlah warga di RT 27 misalnya ada 225 warga maka perlu tanaman keras sebanyak 113 tanaman keras. saat ini tanaman keras yang ada di RT 27 ada 102.
usul tindak lanjut: Data tanaman secara detail mungkin akan ditanya saat penjurian berikutnya. perlu dilakukan pendataan dan sosialisasi jumlah tanaman per kategori (PIC: kader jumantik)
c. penyambutan dan yel-yel dinilai sangat bagus. antusiasme warga dari anak2 sampai dewasa cukup bagus. yel-yel anak-anak juga cukup bagus. kerukunan dan keguyupan juga dinilai cukup bagus. Acungan jempol juga untuk pak camat driyorejo beserta jajarannya yang lengkap turut menghadiri penilaian. di tempat lain kadang hanya camatnya yang datang, tapi di RT 27 dan 29 Gadung ini yang kapolsek, danramil, dan upt dan seluruh muspika turut hadir.
– usul tindak lanjut: mempertahankan kondisi ini. perlu kejelasan apakah yel-yelnya cukup satu atau harus menambah tim yel-yel. Jika perlu menambah tim yel-yel, sebaiknya ada warga di RT 29 yang ditunjuk untuk turut membantu melatih tim yel-yel yang baru. (PIC: p lurah bersama ketua panitia, pelatih tim yel-yel)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s